HUKUM WAKAF RELEVAN DALAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN TENTANG HUKUM MENJUAL BARANG-BARANG WAKAF: KAJIAN KITAB FATHUL MU’IN KARYA SYAIH ZAINUDDIN BIN ABDUL AZIZ AL-MALIBARI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan menawarkan solusi terhadap pernyataan dalam kitab tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum normatif atau penelitian kepustakaan. Analisis kontekstual dilakukan untuk memahami dan menganalisis secara mendalam isi kitab "Fathul Mu'in". Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penjualan barang wakaf dalam kitab tersebut tidak diperbolehkan, meskipun barang-barang tersebut telah rusak. Temuan ini menegaskan pentingnya memahami pandangan teks-teks dalam berbagai literatur dan mencantumkan dalil-dalil serta pendapat ulama lain untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang sering muncul dalam masyarakat saat ini. Syekh Ahmad Zainuddin Al-Malibari didasarkan pada hukum madzhab Asy-Syafi'i dan mengutamakan pendapat-pendapat yang sejalan dengannya dalam hukum wakaf. Namun, usul fiqih menyatakan bahwa setiap perkara harus disesuaikan dengan maksudnya. Pendekatan ini sejalan dengan hadis yang menyatakan bahwa setiap perbuatan bergantung pada niatnya. Beberapa ulama juga berpendapat bahwa yang penting adalah melestarikan yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Pemecahan masalah dalam agama pada dasarnya bertujuan untuk kemaslahatan agama dan umat secara umum.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Waluyo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




